Judul Buku : LEDGARD, Musuh dari Balik Kabut
Penulis : WD. Yoga
Tebal : vi + 582
Cetakan : Pertama, Oktober 2005
ISBN : 979-24-3902-1
Tiga prajurit Iffaret—Nash, Rhavi, dan Deedek si centaur—punya tugas khusus mengantar Vasthi, putri pemimpin bangsa Kaloon, kembali ke tempat tinggalnya. Sepeninggal mereka, ternyata Iffaret luluh lantak oleh serbuan bangsa asing dari langit barat yang datang mengendarai perahu terbang. Mereka baru mendengar berita buruk itu dari ayah Vasthi setibanya di tempat tinggal bangsa Kaloon.
Satu semi satu, wilayah Ledgard hancur lebur oleh serbuan perahu terbang itu. Seluruh penghuni Ledgard harus bersatu untuk melawan bangsa asing itu atau punah. Tugas Nash, Rhavi, dan Deedek-lah untuk meyakinkan semua bangsa di Ledgard bahwa mereka tidak akan mampu bertahan jika masih tenggelam dalam petikaian dan dendam di antara mereka sendiri. Ketiganya harus terlibat dalam intrik di antara para bijak, pandangan melecehkan para penghuni puri pualam, ketidakpercayaan bangsa Ae Siri, dan pengkhianatan bangsa centaur.
Mengapa Vasthi datang jauh-jauh ke Iffaret hanya untuk menyelamatkan Nash, Rhavi, dan Deedek dari serbuan perahu terbang? Bagaimana pula cara ketiganya meyakinkan penghuni Ledgard untuk bersatu?
DETAIL, itu kesan yang muncul pertama kali ketika saya mulai membaca lembaran demi lembaran cerita ini, sepertinya penulis benar-benar menguasai dunia khayalannya itu. Penuturannya pun mengalir, tidak ada bagian yang dirasa terputus. Dan karena kedetilan dan penuturannya itu, cerita ini mampu mengajak saya berfantasi seolah saya berada di dunia lain. Kalau boleh menggambarkan dengan sebuah kata, maka cerita ini boleh dibilang STEADY a.k.a. MANTAP. Mungkin ceritanya agak mirip dengan karya-karya JRR Tolkien, namun setidaknya karya WD Yoga yang satu ini dapat menjadi alternatif bagi pembaca muda yang belakangan ini terus disuguhi novel sejenis teenlit atau chicklit. Kita bangga punya penulis seperti WD Yoga.
—Yokie Adityo, novelis
Membaca buku ini, saya menjadi teringat dengan kehebatan tokoh Frodo dalam film Lord of The Ring. Fantastis, penuh imajinasi dan seru! Sebuah kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan.
—Irfan Hakim, artis, pencinta buku
Ceritanya seru dan penuh imajinasi.
—Naning, kelas V SD